top of page

Elegi

  • Sep 11, 2017
  • 1 min read

https://www.dakwatuna.com/2016/01/13/78065/78065/#axzz4sNYEFk6r

Kita sangat senang bermain alasan

Hanya untuk berdalih kepada yang namanya kenyamanan

Membiarkan dorongan keegoisan terus menghantam batin

Nurani pun melayang bak terbawa angin

Kita sering berbicara tentang cinta

Hingga tak sadar ia telah menjadi langka

Kita sering menyerukan nama Tuhan

Hingga manusia menjadi bagaikan mainan

Namun apakah kita mengerti?

Ya, tidak sama sekali!

Kita semua telah mati!

Yang kita sadari adalah bahwa kita tidak pernah menyadari bahwa sebenarnya kita tidak pernah peduli

Sengaja tuli dan berpura-pura bisa berdiri

Semuanya hampir senyap beralaskan angan

Sampai Sang Ilahi turun menitipkan harapan

Harapan di dalam sebuah kesederhanaan dan penderitaan

Sembari meninggalkan pesan asa bahwa keputusasaan tak akan lenyap tanpa yang namanya pengorbanan

Namun, apakah kita mengerti?

Ya, tidak sama sekali!

Tidak, sampai kita mengakui bahwa kita tidak pernah mengerti.

Comments


  • Facebook
  • Twitter

©2017 by V-WRITINGS

bottom of page