Elegi
- Sep 11, 2017
- 1 min read

Kita sangat senang bermain alasan
Hanya untuk berdalih kepada yang namanya kenyamanan
Membiarkan dorongan keegoisan terus menghantam batin
Nurani pun melayang bak terbawa angin
Kita sering berbicara tentang cinta
Hingga tak sadar ia telah menjadi langka
Kita sering menyerukan nama Tuhan
Hingga manusia menjadi bagaikan mainan
Namun apakah kita mengerti?
Ya, tidak sama sekali!
Kita semua telah mati!
Yang kita sadari adalah bahwa kita tidak pernah menyadari bahwa sebenarnya kita tidak pernah peduli
Sengaja tuli dan berpura-pura bisa berdiri
Semuanya hampir senyap beralaskan angan
Sampai Sang Ilahi turun menitipkan harapan
Harapan di dalam sebuah kesederhanaan dan penderitaan
Sembari meninggalkan pesan asa bahwa keputusasaan tak akan lenyap tanpa yang namanya pengorbanan
Namun, apakah kita mengerti?
Ya, tidak sama sekali!
Tidak, sampai kita mengakui bahwa kita tidak pernah mengerti.







Comments